24 June 2013

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Nama : Megaswari PD
Npm : 24210316
kelas : 3eb22

1. According to you, is it worth it for teenagers to have dating in their early years?
A: No because, they’re still very young to have a relationship in a ‘special’ condition with the opposite gender.  Dating is a complicated thing teenagers might not understand yet and it also force them to cope with their heartache when they’re broke up which is a very hard thing to get rid of.

2. What is the suitable age for dating?
A: Maybe… 15? Or when they’re on their 8th or 9th grade. But there are so many teenagers that started dating in their early 15 and even elementary students also started dating already. But I think it would be okay if it’s around 15.

3. Is it okay if parents taking interference on their children’s relationship? (in what way)
A: it’ll be okay if their children started to putting aside study or when their children started to do unusual behavior like going out often, going home late, hanging out with their friends so much and do bad things. But if they’re not, and being in a relationship made them study and do good things even more, I think taking interference is not needed.

4. How will you know whether you are suffering a kind dating abusive?
A: it’s when I started to cry a lot instead of smile a lot. I mean it’s when my boyfriend started to tell me which person I can be friend with and which are I have to stay away with even with people I know for a long time before I know him. Or when he told me to not hanging out with my best friends which is has nothing to do with our relationship. Or to be simple, it’s when I started to feel he’s becoming very ridiculously protective with simple things he shouldn’t worry about.

5. How come you solve those suffering?
A: I will talked to him first at how uncomfortable I am by his protectiveness and if he still acted like that, maybe I choose to breaking up with him instead. Because if it’s still going on for another months or maybe years, it will becoming worse and the possibility for me suffering would be bigger.

6. In case you need professional help, who would it be?
A: my parents. Mom first and if it’s not working I’ll asked my dad. I think I don’t really have much to say here because I believe every parent that saw their child suffered for any kind of suffering they will gladly help. Instead of us that asking for a help I think they will be the first one who gave us a helping hand.

21 May 2013

10 Interjection

nama : Megaswari PD
npm : 24210316
kelas : 3eb22


1. A-HA!


2. HOORAY!


3. meh..


4. OUCH!


5. shhh


6. yuck!


7. eh...?


8. grr


9. hmm...


10. phew~



21 April 2013

Tugas Bahasa Inggris (Softskill):: 30 Sentences.

Nama : Megaswari PD
NPM : 24210316
Kelas : 3eb22


1. 10 ( S + V1 )
1. My Full Name is Megaswari Pradewi Dickals.
2. My family calls me Mega.
3. Fried rice is one of my favorite foods.
4. Basketball is the sport I really like.
5. My brother blow candles for his birthday.
6. My skin got burn several years ago.
7. Dad gives me a new phone.
8. I learn to read Korean language by myself.
9. My favorite blue shoe just torn today.
10. My cat grows up so fast.

2. 10 ( S + be + Adj )
1. My mother is the greatest person in my life.
2. My brother is lazy.
3. I am the second tallest at home.
4. My cat runs fast.
5. I sleep a lot.
6. My brother and I hate spiders.
7. My mother cooks taste great.
8. My friend snore when she sleeps.
9. I play guitar.
10. Red is my mother and brother's favorite color.

3. 10 ( S + be + Adv)
1. I almost kicked my cat yesterday.
2. Dad talks really fast.
3. My neighbor can be very noisy at noon.
4. The shirt I bought yesterday just fit me perfectly.
5. My friend plays basketball greatly.
6. The concert I watched last year was unbelievingly awesome.
7. I put my laptop gently on the table.
8. My mother treats my cats nicely.
9. My maid cut the vegetables skillfully.
10. My cousin smiled cutely.

07 March 2013

Bahasa Inggris Bisnis 2 (minggu 1)

Nama : Megaswari PD
NPM : 24210316
Kelas : 3eb22




Q : Make 3 sentences of simple present, simple past, simple future, present continous, present perfect (+, -, ?)

A:

Simple Present

  • ( + ) She wakes up at 7 everyday
    ( - ) She doesn't wake up at 7 everyday
    ( ? ) Does She wake up at 7 everyday?
  • ( + ) My brother jogs in the morning every Sunday
    ( - ) My Brother Doesn't jog in the morning every Sunday
    ( ? ) Does My brother jog in the morning every Sunday?
  • ( + ) He sleeps early everyday
    ( - ) He doesn't sleep early everyday
    ( ? ) Does He sleep early everyday?
Simple Past
  • ( + ) I made a coffee last night
    ( - ) I didn't make a coffee last night
    ( ? ) Did i make a coffee last night?
  • ( + ) She came to the office yesterday
    ( - ) She didn't some to the office last night
    ( ? ) Did she come to the office last night?
  • ( + ) He walked along the street last week
    ( - ) He didn't walk along the street last week
    ( ? ) Did He walk along the street last week?
Simple Future
  • ( + ) He will go to Paris next week
    ( - ) He will not go to Paris next week
    ( ? ) Will He go to Paris next week?
  • ( + ) I will do the task tomorrow
    ( - ) I will not do the task tomorrow
    ( ? ) Will i do the task tomorrow?
  • ( + ) She will fix the computer today
    ( - ) She will not fix the computer today
    ( ? )
    Will She fix the computer today?
Present Continous 
  • ( + ) She is eating sashimi
    ( - ) She isn't eating sashimi
    ( ? ) Is She eating sashimi?
  • ( + ) She is reading a thick book
    ( - ) She isn't reading a thick book
    ( ? ) Is She reading a thick book?
  • ( + ) My mother is cooking dinner
    ( - ) My mother isn't cooking dinner
    ( ? ) Is My mother cooking dinner?
Present Perfect
  • ( + ) He has eaten the cake
    ( - ) He hasn't eaten the cake
    ( ? ) Has He eaten the cake?
  • ( + ) I have read the book
    ( - ) I Haven't read the book
    ( ? ) Have I read the book?
  • ( + ) She has done the task
    ( - ) She hasn't done the task
    ( ? ) Has She done the task?

28 December 2012

TULISAN :: Karya Ilmiah dan Contohnya


“Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.”—Eko Susilo, M. 1995:11
Tujuan dari pembuatan karangan ilmiah, antara lain :
  • Memberi penjelasan
  • Memberi komentar atau penilaian
  • Memberi saran
  • Menyampaikan sanggahan
  • Membuktikan hipotesa

Karya ilmiah adalah suatu karya dalam bidang ilmu pengetahuan (science) dan teknologi yang berbentuk ilmiah. Suatu karya dapat dikatakan ilmiah apabila proses perwujudannya lewat metode ilmiah. Jonnes (1960) memberikan ketentuan ilmiah, antara lain dengan sifat fakta yang disajikan dan metode penulisannya.
Bila fakta yang disajikan berupa fakta umum yang obyektif dan dapat dibuktikan benar tidaknya serta ditulis secara ilmiah, yaitu menurut prosedur penulisan ilmiah, maka karya tulis tersebut dapat dikategorikan karya ilmiah, sedangkan bilamana fakta yang disajikan berupa dakta pribadi yang subyektif dan tidak dapat dibuktikan benar tidaknya serta tidak ditulis secara ilmiah, karya tulis tersebut termasuk karya tulis non ilmiah.
Bentuk Karya Ilmiah
Dalam karya ilmiah dikenal antara lain berbentuk makalah, report atau laporan ilmiah yang dibukukan, dan buku ilmiah.
1. Karya Ilmiah Berbentuk Makalah
Makalah pada umumnya disusun untuk penulisan didalam publikasi ilmiah, misalnya jurnal ilmu pengetahuan, proceeding untuk seminar bulletin, atau majalah ilmu pengetahuan dan sebagainya. Maka ciri pokok makalah adalah singkat, hanya pokok-pokok saja dan tanpa daftar isi.
2. Karya Ilmiah Berbentuk Report/ Laporan Ilmiah Yang Dibukukan
Karya ilmiah jenis ini biasanya ditulis untuk melaporkan hasil-hasil penelitian, observasi, atau survey yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang. Laporan ilmiah yang menjadi persyaratan akademis di perguruan tinggi biasanya disebut Skripsi, yang biasanya dijadikan persyaratan untuk karya ilmiah jenjang S1, Tesis untuk jenjang S2, dan Disertasi untuk jenjang S3.
3. Buku Ilmiah
Buku ilmiah adalah karya ilmiah yang tersusun dan tercetak dalam bentuk buku oleh sebuah penerbit buku umum untuk dijual secara komersial di pasaran. Buku ilmiah dapat berisi pelajaran khusus sampai ilmu pengetahuan umum yang lain.
Ciri-Ciri Karya Ilmiah
1. Struktur Sajian
Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan kesimpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut.
2. Komponen dan Substansi
Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak.
3. Sikap Penulis
Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua.
4. Penggunaan Bahasa
Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata / istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.
Macam-Macam Karya Ilmiah
1. Skripsi; adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain. Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-obyektif, baik berdasarkan penelitian langsung, observasi lapangan / penelitian di laboratorium, ataupun studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
2. Tesis; adalah jenis karya tulis dari hasil studi sistematis atas masalah. Tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Orisinalitas tesis harus nampak, yaitu dengan menunjukkan pemikiran yang bebas dan kritis. Penulisannya baku dan tesis dipertahankan dalam sidang. Tesis juga bersifat argumentative dan dihasilkan dari suatu proses penelitian yang memiliki bobot orisinalitas tertentu.
3. Disertasi; adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin ilmu pendidikan.
Sikap Ilmiah
Dalam penulisan karya ilmiah, terdapat 7 sikap ilmiah yang merupakan sikap yang harus ada. Sikap-sikap ilmiah tersebut adalah sebagai berikut :
1)    Sikap ingin tahu
Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya.
2)    Sikap kritis
Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan -kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
3)    Sikap obyektif
Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
4)    Sikap ingin menemukan
Selalu memberikan saran-saran untuk eksperimen baru. Kebiasaan menggunakan eksperimen-eksperimen dengan cara yang baik dan konstruktif. Selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
5)    Sikap menghargai karya orang lain
Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
6)    Sikap tekun
Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksperimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai. Terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
7)    Sikap terbuka
Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.




sumber:

TUGAS :: Penalaran Induktif dan Contohnya


Suatu penelitian pada hakekatnya dimulai dari hasrat keingintahuan manusia, merupakan anugerah Allah SWT, yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan maupun permasalahan-permasalahan yang memerlukan jawaban atau pemecahannya, sehingga akan diperoleh pengetahuan baru yang dianggap benar. Pengetahuan baru yang benar tersebut merupakan pengetahuan yang dapat diterima oleh akal sehat dan berdasarkan fakta empirik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pencarian pengetahuan yang benar harus berlangsung menurut prosedur atau kaedah hukum, yaitu berdasarkan logika. Sedangkan aplikasi dari logika dapat disebut dengan penalaran dan pengetahuan yang benar dapat disebut dengan pengetahuan ilmiah.


Pengertian Khusus
Penalaran induktif adalah suatu proses berfikir berupa penarikan kesimpulan yang bersifat umum (berlaku untuk semua/ banyak) atas dasar pengetahuan tentang hal-hal khusus (fakta). Artinya dari fakta-fakta yang diperoleh kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Penalaran induktif dapat dilakukan secara terbatas dengan mencoba-coba. Sehingga dapat dikatakan bahwa penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

GENERALISASI

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.
contoh :

* Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
* Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.

Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.

Pernyataan "semua bintang sinetron berparas cantik" hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Contoh kesalahannya:
Omas juga bintang iklan, tetapi tidak berparas cantik.

a. Generalisasi tanpa loncatan induktif, yaitu fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan. Contoh: Semua anak TK Aisyah menyukai kartun spongebob.

b. Generalisasi dengan loncatan induktif, yaitu fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Contoh: hampir semua anak-anak pak Yudi menyukai seni.

ANALOGI

Analogi adalah proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain. Analogi dapat dikatakan sebagai penalaran dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, kita dapat menarik kesimpulan. Tujuan dari analogi, antaralain:

• Untuk meramalkan kesamaan.

• Untuk menyingkapkan kekeliruan.

• Untuk menyusun sebuah klasifikasi.

Contoh:

Untuk menjadi seorang pemain bola, mereka harus memiliki latihan fisik yang keras dan melatih kelincahan mereka. Demikian dengan para polisi, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya membutuhkan mental yang tangguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh mereka di lapangan. Oleh karena itu, menjadi seorang pemain bola dan seorang polisi harus memiliki fisik dan mental yang kuat.

KAUSAL

Kausal adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat. Tujuan kausal dapat dilihat dalam hubungan kausal dalam tiga pola, yaitu:

a. Sebab ke akibat, dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.

b. Akibat ke sebab: dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.

c. Akibat ke akibat: dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.

Contoh:

Pada Minggu sore, hujan sangat lebat akibatnya jalanan di sekitar rumahku tergenang air.






sumber:
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/04/definisi-penalaran-induktif-dan-contohnya/
http://ssantoso.blogspot.com
http://herdy07.wordpress.com



06 November 2012

Tugas Bahasa Indonesia :: Contoh Kalimat Silogisme Kategorial

Nama : Megaswari PD
NPM: 2 4 2 1 0 3 1 6
Kelas : 3 e b 2 2


A. Semua Mahasiswa adalah lulusan SLTA
Nanni adalah mahasiswa
Jadi Nanni lulusan SLTA

B. Tidak ada Manusia yang kekal
Mahasiswa adalah Manusia
Jadi Mahasiswa tidak kekal

C. Semua Manusia berpikir
Semua Rusa bukan Manusia

D. Tidak seekor Ikan pun ayam
Semua Ikan berenang
Jadi tidak seekor Ayam pun berenang

E. Semua Karyawan PT.Makmur masuk kerja
Ratna adalah Karyawan PT.Makmur
Jadi Ratna harus masuk kerja

F. Manusia selalu bersifat ingin tahu
Mahasiwa adalah Manusia

G. Semua Vegetarian hanya makan sayur
Indah hanya makan sayur
Jadi Indah adalah Vegetarian

H. Beberapa Hewan berkembang biak dengan bertelur
Tidak seorang pun Manusia adalah Hewan